Ada Danau Laut Mati di Nusa Tenggara Timur Lho!

Anda yang penasaran dengan danau laut mati, tentunya tidak harus jauh-jauh berangkat ke Israel untuk mengunjunginya. Pasalnya, Indonesia juga memiliki tempat wisata danau laut mati. Lokasi danau laut mati sendiri berada di Nusa Tenggara Timur. Lebih tepatnya, lokasi wisata yang satu ini berada di Desa Sotimori, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao. Untuk berangkat kesana, anda diharuskan menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari kota Ba’a. Meski berbentuk seperti laut, namun ternyata hal tersebut adalah danau yang berisikan air laut, oleh karenanya tak jarang disana juga ditemukan buih-buih yang sedang mengapung disana.

danau-laut-mati-roteDanau Laut Mati yang berlokasi di Rote Ndao bisa dibilang memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa dijadikan sebagai objek wisata unggulan di daerah tersebut. Hanya saja yang hingga kini menjadi kendalanya adalah jarak tempuh ke lokasi yang bisa dibilang sangat jauh. Hal ini pula lah yang membuat banyak wisatawan lokal memilih tempat lain untuk berwisata. Meski memang pihak pemerintah sudah menyediakan berbagai sarana dan fasilitas menarik disana. Sebut saja salah satu fasilitas menarik yang bisa digunakan di tempat tersebut adalah Jets Ski yang bisa digunakan untuk berkeliling pulau pulau kecil yang ada di sekitar danau laut mati tersebut.

Hal lain yang menjadi khas di tempat wisata danau laut mati di Nusa Tenggara Timur ini adalah pasir putih yang ada disana ternyata berasal dari kulit keong atau kerang. Oleh karena itulah anda yang menginjakkan kaki di tanah lokasi jangan merasa heran dengan tekstur tanahnya yang berbeda. Adapun satwa yang bisa ditemukan di daerah tersebut adalah ikan mujair yang lebih dikenal sebagai ikan air tawar.

Sementara itu, untuk menarik minat para pengunjung untuk berwisata ke tempat ini adalah dengan melakukan beberapa promo dan event menarik disana. Dan hal ini dilakukan oleh Pemerintah daerah setempat dan salah satu event yang digelar adalah Tour de Flores yang perhelatannya dilaksanakan pada 18-23 Mei 2016 yang diharapkan dapat mengangkat beberapa destinasi wisata yang ada di Nusa Tenggara Timur tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *